Apakah Bullying Itu Tindakan Terpuji? Ini Penjelasannya!

Apakah Bullying Itu Tindakan Terpuji?

Bullying itu apaan sih? Sistem si kecil umur tanggung biar dibilang jagoan sok keren atau di takuti sama yang lebih lemah darinya?? Semuanya tuh salah, biasanya bocah yang menyukai ngebully itu ada sokongan dari temen-temennya jadi temennya tuh ngedukung dengan kesibukan yang jelek. Coba bayangkan kalo sendirian, pasti gak bakalan berani buat ngebully.

Jangan dianggap bullying itu keren, kecuali bisa nyebabin orang yang di bully kena mental terus bunuh diri, dapat aja nanti bahkan balas dendam pada orang yang ngebully itu, apa gak jadi panjang nanti urusannya.? Semestinya bakalan jadi runyam kan. Masih mending kalo itu, misal yang di bully itu datang ke dukun terus minta buat yg ngebully itu di santet apa gak makin berabe?? Intinya sebelum ngelakuin hal yang berbau bully-bullyan lihat dulu efek sampingnya.

Bullying sendiri dalam bahasa Indonesia artinya merupakan “penindasan/risak” adalah semua wujud penindasan atau kekerasan yang dikerjakan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dikerjakan secara terus menerus.

Karenanya dari itu tindakan bullying sungguh-sungguh tidak dibenarkan, sebab termasuk tindak melanggar hukum jasmaniah. Bullying sendiri ada kategorinya, ada yang berbentuk perlakuan jasmaniah ada juga yang secara lisan atau kata lain itu mengolok-olok,ngata-ngatain,menghina dan merendahkan dapat di ucap juga sebagai kasus bullying. Klasifikasi bullying akan coba dijabarkan di bawah ini :

 Bullying jasmani

Umumnya perundungan fisik ialah salah satu berasal dari type bullying pada remaja yang paling gampang dikenali. Kali kali, yang jadi korban akan menerima bermacam-macam perlakuan jasmani yang kasar.

Menurut National Center Against Bullying, type perundungan fisik mampu berbentuk menghalangi jalan korban, menyandung, menyokong, memukul, menjambak, sampai mengakibatkan kerusakan barang.

Perhatikan jika pada tubuh si kecil kerap terlihat luka atau memar tanpa alasan yang jelas. Biasanya buah hati yang jadi korban enggan untuk mengakui bahwa dirinya ditindas secara jasmaniah.  ini disebabkan karena khawatir dianggap tukang mengadu atau karena diancam oleh pelaku perundungan. Maka, buah hati mungkin akan menjawab bahwa luka tersebut diperoleh selagi main basket atau jatuh berasal dari tangga.

 Bullying verbal

Salah satu dari ragam bullying terhadap remaja lainnya adalah perundungan verbal. Tindakan ini kapabel dilaksanakan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang menyakitkan atau merendahkan.

Dampak bullying secara verbal kemungkinan tidak nampak secara segera. Karenanya dari itu, pelakunya tidak akan ragu untuk melontarkan ucapan yang tidak cocok secara terus-menerus. Biasanya, hal ini dikerjakan ketika tidak tersedia saksi atau orang lain yang lebih tua.

Perundungan tipe ini kebanyakan ditujukan terhadap anak yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya tak serupa dari anak-anak yang lain. Tidak jarang satu dari tipe perundungan ini dialami oleh buah hati yang gemuk, minderan, atau prestasinya di sekolah kurang nampak.

Tindakan pengucilan

Jenis perundungan lainnya yang termasuk lumayan acap kali terjadi merupakan pengucilan si kecil. Anda tak disakiti secara fisik maupun lisan, namun justru dimusuhi dan dikesampingkan oleh lingkungan pergaulannya.

Kecil akan kesulitan berteman yang disebabkan kebanyakan pelaku punya efek yang lumayan kuat untuk membujuk orang lain mengucilkan si korban. Biasanya, anak yang mengalami ragam perundungan ini sering menyendiri, mengerjakan tugas grup seorang diri dan tak pernah bermain bersama teman-sahabat di luar jam sekolah.

Bullying dunia maya

Faktanya, bullying tidak cuma berlangsung di dunia kongkret saja. Sekarang ini, bullying di dunia maya atau cyber bullying awam terjadi. Artinya, tidak ditunaikan di lingkungan sekolah atau kehidupan sehari-hari secara seketika. Melainkan, pelaku mengerjakannya di dunia maya (cyber bullying) via dunia online. Perundungan ini bisa dibilang tidak benar satu type yang cukup baru.

Lazimnya sarana yang digunakan untuk melalukan perundungan di dunia maya yakni sarana sosial, aplikasi chatting, atau surat elektronik (e-mail). Mengingat sifatnya yang bebas, buah hati Anda dapat saja mendapatkan perundungan berasal dari orang yang tidak dikenalnya atau orang bersama nama pengguna (nama akun) samaran.

Perundungan yang berlangsung lazimnya bersifat hinaan atau sindiran. Bisa terhitung bersifat gosip mengenai buah hati Anda yang disebarkan lewat sarana sosial. Ciri-ciri buah hati yang menjadi korban cyber bullying merupakan kerap kali menerapkan waktu di dunia maya melainkan terlihat sedih atau tertekan setelahnya.

 Bullying seksual

Kalau si kecil Anda udah memasuki usia remaja permulaan, type perundungan ini lebih dapat saja dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menarik hati, berupaya mengintip, bahkan menyentuh korban secara seksual.

Tak cuma itu, type perundungan seksual pada remaja adalah type perundungan bersama cakupan yang cukup luas. Dimulai berasal dari menyebarkan foto korban yang bersifat sensual dan pribadi, menyita foto korban diam-diam bersama objek memuaskan gairah seksual pelaku, atau memaksa korban melaksanakan atau memandang hal-hal yang berbau pornografi.

Dalam beberapa kasus, perundungan seksual terhitung di dalam perbuatan kezaliman merupakan pelecehan atau kekerasan seksual, yang memungkinkan pelaku ditindak secara peraturan. Kebanyakan korban berasal dari type perundungan seksual ialah buah hati perempuan, kendati tak menutup bisa saja buah hati laki-laki terhitung mengalami type perundungan ini.

Bullying antar saudara

Ragam bullying lainnya yang bisa berlangsung pada remaja yakni perundungan berasal dari saudara terdekat.  ini bisa berlangsung saat satu pihak yang merasa bahwa ia diperlakukan tidak cukup baik diperbandingkan bersama adiknya.

Remaja yang dahulu dirundung pada era kecilnya dilaporkan condong lebih rentan mengalami situasi sulit gangguan mental sewaktu dewasa. Inilah bahaya bullying di tempat tinggal yang perlu lebih diwaspadai setiap orang tua.

Kasus bullying di Indonesia masih benar-benar marak dan masih banyak terjadi di kalangan sekolah menengah sekolah perguruan ataupun pertemanan, banyak yang menjadi kena mental sesudah di bully ada pula yang gak terima lalu membalas balik perbuatan bullying hal yang demikian.

Ada yang sampai menyebabkan korban jiwa juga seperti semisal ada yang melompat dari gedung lantai 4 sekolah SMPN 147 Jakarta, di duga buah hati hal yang demikian adalah buah hati yang kurang berbaur dan acap kali tidur di kelas. Sebelum meninggal si kecil hal yang demikian sempat di rawat di ICU sebuah rumah sakit dan masih banyak lagi kasus bullying di Indonesia.